Wednesday, December 10, 2014

little things to remember

coba sebentar saja luangkan waktumu buat mengingat mereka . yang selalu menemanimu tanpa berpikir panjang , yang menertawakan candamu yang orang lain bilang itu tak lucu sama sekali , yang menyediakan bahunya untukmu , yang menyediakan telinganya untuk mendengar celoteh tak penting darimu , yang ikut meneteskan air matanya karena air matamu , yang kamu anggap tak ada ketika seseorang telah menempati ruang hatimu , yang rela terlupakan ketika kamu bertemu mereka yang baru , yang jalannya sejalan denganmu , yang menertawaimu saat kamu jatuh walau kamu tau mereka pasti akan menolongmu untuk bangkit kembali .

mereka teman temanmu . yang mungkin kini kau sedang merutuk dalam hati karena tingkahnya yang kadang tak berotak , suatu hari nanti ketika kau bertemu orang yang terlalu cerdas , kau akan rindu tingkah lakunya . yang biasa membuat otot di alismu mengerut saking gemasnya . atau mungkin membuat penat dirimu karena dia menganggumu tak tau waktu .

mungkin kau akan ingat dia yang selalu membatalkan janjinya setelah sejuta tahun kalian rencanakan bersama sambil membayang bayangkan hal yang menyenangkan tapi tak pernah berjalan . nantinya kau akan berpikir , waktu bersamanya akan terasa lebih menyenangkan dibanding memikirkan rencana gagal yang sudah sudah , karena nanti bertemu dirinya akan jadi hal tersulit yang mungkin kau inginkan .

kau juga akan ingat tertawanya yang tak kunjung berhenti ketika melihat suatu hal kecil yang kasat mata olehmu . kau akan ingat bagaimana dia menjelaskan hal yang menurutnya lucu yang bagimu tak lucu , tapi kau tertawa karena tawanya . kau akan rindu bagaimana dia berbagi kebahagiaan untukmu walau mungkin kau tak tau dalam hatinya dia tak bahagia .

bagaimana pula jika kau tak ingat ketika kau menangis karena melihatnya menangis . atau ketika kau sakit saat dia disakiti . dia tau kau tak baik baik saja saat kau berkata demikian . jujur saja , hatimu pasti seluruhnya untuk mereka kan ? siapa lagi yang akan menghiburmu ketika ragamu sebenarnya tak mau menerima pelajaran di sekolah hari itu ? siapa lagi yang akan menemanimu luntang lantung kesana kemari ketika jemari dan otakmu tak mau diajak bekerja sama di dalam kelas yang sudah seperti neraka ? :p

nanti sisakan air matamu sedikit aja , untuk jawabanmu ketika mereka berkata

"jangan lupakan aku ya :)"

Bogor, Mei 2014

Kenalkan, ini Aku

pasti aku akan mengecewakanmu, jadi aku akan meminta maaf lebih dulu. maafkan aku, aku bukan gadis manis selembut bidadari yang bisa menemanimu. memang aku bisa menjadi tawamu, tapi kadang tak menyadari apa arti dari candaku. yang mungkin suatu hari akan menjadi pisau belati untukku atau untukmu.

aku keras dan kasar. bagaikan batu karang besar di tepian pantai. tidak cantik, tapi kuat. didebur ombak dan badai besar pun aku sulit rapuh. tapi pasti suatu hari nanti akan kusadari bahwa kuatku itu akan menjadi lemahku.

salahku itu...aku selalu mencoba menjadi bintang yang paling terang. aku tak pernah izinkan bintang lain memancarkan sinarnya. aku meredupkan yang lain, padahal mungkin sebenarnya aku yang paling redup. tapi siapa yang mau menjadi yang paling redup? ya, karena memang aku tidak mau menjadi yang terburuk.

kadang aku merasa bahwa aku adalah pelangi. yang menawan dan paling dinanti. padahal aku ini apa? hanya gerimis kecil di tengah awan mendung yang mengusik hati. yang bahkan terkadang tidak dinanti-nanti. tapi tak kusangka aku bertemu kamu.

boleh aku memanggilmu matahari? kita bertemu di waktu yang tak ditunggu, tak disangka dan tak dikira. kemudian kita membiaskan cahaya bersama. entah bagaimana jalan ceritanya. singkat, tapi indah. bahkan aku sebagai pemeran pun tak bisa mengungkapkannya.

jadilah kita, pelangi. indah dan berwarna. yang aku tak pernah bayangkan di mana ujungnya.

Thursday, June 19, 2014

masih terbayang , bukan berarti membayangkan

tidak bisakah kita bersama lagi ?

membiarkan jemari-jemarimu mengisi kekosongan celah jariku . menangkup senyum indahmu ke dalam senyum senduku . menenggelamkan jiwaku ke dalam mata gelapmu .melumpuhkan segenap jiwa dan ragaku . menghalau dingin yang akan menyerangku . dan membuatku berharap waktu tak pernah berjalan .

aku pun tak percaya bahwa aku pernah memilikimu . mencintai mata indahmu , merindukan bahu tempat bersandarku, dan tak pernah melupakan suara paraumu .

pernahkah kau menyangka bahwa dulu kita sedekat itu ? bermimpi indah dan bermimpi buruk bersama , bukan hanya menangis dan tertawa bersama yang merupakan hal biasa . bukan hanya menemani hari-hari tapi juga saling mendoakan setiap hari . yang kadang saling mencintai tapi sekejap jadi saling membenci . ada yang berharap , ada yang mencoba mengabulkan harap , tapi kadang harapan hanyalah harapan . yang terkadang merasa tak ingin jauh , tapi suatu saat rasanya benar-benar ingin menjauh .

sampai akhirnya menjadi sangat jauh dan tak mungkin bisa kembali lagi .

Tuesday, June 17, 2014

bukan mimpi

beri tahu aku kalau ini bukan mimpi . beri tahu aku kalau selama itu kau membuatku bermimpi indah walau tak sedang tertidur . beri tahu aku kalau semua itu nyata .

maukah kau mengingatkanku ? bahwa dulu kita pernah sedekat itu , sebelum sejauh ini . haruskah kau mengingatkanku kalau kita pernah tak berjeda ? seperti huruf pada setiap kata yang kita eja bersama . kenapa kau mengingatkanku bahwa dulu kita pernah tertawa bersama tanpa hela nafas seperti sungai yang bermuara di lautan ? tak ada habisnya .

matahari dan bumi pun tahu diri . mereka bersama tetapi tahu seberapa jauhnya jarak mereka hingga semua umat manusia akan merasa janggal jika mereka berdiri sendiri-sendiri . matahari tanpa bumi , apalagi bumi tanpa matahari . seperti aku dan kamu , yang kini sejauh bumi dan matahari , walaupun dulu sedekat kulit dan urat nadi . sangat dekat , dan tak mungkin terpisahkan .

dan kini kita berjeda . karena kini kita tak lagi mengeja kata bersama , melainkan menjadi kata yang berbeda dan terpisahkan . aku dan kamu . yang tak akan jelas jika tanpa jeda .

walaupun aku dan pasti kau pun tahu , sungai tak akan berhenti bermuara ke lautan . tapi bukan berarti tawa kita tak ada batasnya . yang ada sekarang hanyalah kesedihan di hati yang bermuara di air mata .

tak hanya kesedihanku , bisa juga milikmu . yang jelas tak ada lagi "kita" yang tanpa jeda .

biar semua tau jelas .

Tuesday, June 3, 2014

bukan perkara hitam di atas putih

HITAM
kenapa justru kebahagiaanku sendiri yang merusak kebahagiaanku ? dan setelah itu kau sadarkan aku bahwa bahagiaku sama sekali bukan bahagiamu . kau malah mencari kebahagiaanmu sendiri ketika aku mencoba untuk menjadi bahagiamu . miris .

kini kau temukan bahagiamu , mungkin bahagiamu yang kau impi-impikan sejak dulu , dan itu bukan aku . sekarang buat apa peduliku ? ketika buah manis yang kuberi tak kaulirik dan kau campakkan . dibuang dengan kejam bersama buah manis yang semakin lama membusuk karena pencampakkanmu . mengganggu .

kenapa kau tanggalkan mimpi-mimpi indahku dengan paksa ? rasanya sama seperti dokter gigi yang mencabut gigi yang seharusnya belum tanggal . ditarik kesana kemari , digoyang kian kemari , berlumur darah di sana sini .sampai pening kepalaku . sakit .

jangan racuni mata dan hatiku dengan hal-hal yang kau lakukan untukku saat dulu . aku tau kau membuatku jengah dengan senyum manis dan sorot mata mendalam yang kau berikan bukan untukku . iri ? tidak . kau hanya mainan lamaku yang akhirnya aku berikan kepada orang lain , karena mainanku sudah tak layak untuk dimainkan olehku . jadi buat apa ?

kamu bukan pahlawan , jadi buat apa kukenang ?

PUTIH
aku dulu pernah bahagia . sangat bahagia . benar-benar bahagia . karena aku sudah lama tak temukan bahagia seperti dirimu . dan aku pun tak tahu kalau ada bahagia sebahagia bersamamu . aku tak tahu bahwa merangkai mimpi-mimpi konyol yang indah juga bisa membahagiakanku . aku juga tak tahu bahwa ditatap orang seindah dirimu juga termasuk bahagiaku .

kamu memang tergantikan , tapi apa ada yang bisa menggantikan kenangan ?

jadi aku harus bilang terima kasih atau tetap memendam murkaku ? karena aku tak tahu apa itu cinta , BLAH! memuakkan! UPS! maafkan aku sekali lagi...karena sisi putih dan sisi hitamku sedang mengombang-ambing hatiku sendiri . orang patah hati itu lucu ya ? :)

-Maret, 2014-

Wednesday, April 23, 2014

sad story

laki laki yang paling gua sayang habis ayah tuh kakek gua , gua panggilnya mbah atau mbah puk (padahal namanya taufiq kenapa jadi puk ya ? harusnya kan mbah pik...yaudahlah ya.....-_-)

mbah sama mamah (kakek & nenek)gua tinggalnya di pekalongan , rumahnya tuh jadul gitu rada kaya rumah belanda cuma gak serem . tapi ada juga rumah kecil yg jaraknya gak jauh2 amat (cuma 1 belokan -_-) dari rumah yg gede itu . singkat cerita deh , mbah sama mamah gua lebih seneng tidur di rumah yg kecil itu .

dari kecil kan gua emang deket bgt sama mbah gua , ya secara gua cucu pertama gitu . gua inget banget gua masih kecil diajarin nama2 presiden sama wakilnya . beuh dulu gua pinter banget pas kecil kalo ditanya nama2 presiden mah hafal , pas gede mah boro. terus diajakin nonton film titanic sama lion king :') gua inget mbah gua suka ngomelin kalo guanya ngemilin garem , katanya takut darah tinggi . atau nggak ngomelin pas gua suka mretelin tempe di kulkas HAHAHAHA . mbah gua juga suka ngetawain kalo gua marah marah sama mbak gua gitu , malahan gua pernah ngebanjur mbak gua masa , gelo ya gua masih kecil aja galak :') mbah gua juga suka minta temenin beli duren padahal dia tau gua ga suka banget sama yg namanya duren . sama yang kocak mbah tuh ngajarin garuk punggung pake tembok kalo tangannya kaga nyampe ngegaruk punggung hahahahahaha gua juga sering nginjek2 punggung mbah kalo doi lagi pegel . kalo sekarang gua nginjek2 gitu mbah gua remuk kali ya ? -_-

seiring dengan bertumbuhnya gua #azeg gua dibawa ke bogor sama orang tua gua , dan akhirnya tinggal di bogor . gua kan jadi jarang main sama mbah gua kecuali kalo pas libur semester atau lagi lebaran . tapi mbah juga sering mampir ke bogor terutama pas ulang tahun gua , so sweet ga ? :') tapi gua makin gede ya mbah makin tua juga , jadi makin jarang dan sangat jarang mampir ke bogor lagi karna mbah juga udah nggak kuat nyetir jauh jauh kali ya .

tiap gua main ke pekalongan pasti mbah nyamperin gua , ngajakin ke pantai , atau naik sepeda beli sarapan ke alun alun . gua juga suka nyamperin mbah kemrumah yang kecil itu . main di depan terasnya kan adem tuh , atau ngumpet di garasinya yang serem , atau nggak ya ngobrol2 biasa aja di ruang tamunya . mbah sering banget cerita tentang anak2nya yang semuanya sarjana , pasti bangga banget tuh doi sm anak2nya .

pas taun 2010 alias pas gua kelas 8 , waktu itu gua lagi doa abis solat zuhur tiba2 ibu jemput . gua dipanggil kepala sekolah terus disuruh pulang katanya mbah sakit . yaudah tuh gua pulang dan langsung cabut ke pekalongan . gua heran kok tumben banget ya ada yg sakit terus langsung dibesuk gitu , tp gua ga mikir macem2 . pas gua nyampe sana........mbah gua koma :(

gua lupa deh mbah sakit apa , kalo nggak salah diabetes . gua bacain yassin tiap hari , gua jagain di rumah sakit walaupun nggak boleh sampe malem . sekitar seminggu gua udah nungguin di sana , cuma mbah nggak bangun2 . yang gua inget , habis seminggu gitu akhirnya nyokap gua ngajak pulang karna takut sekolah gua keteteran . tapi waktu itu gua ngerengek nggak mau pulang , ga tau deh kenapa . ternyata entah firasat atau bukan , di malem yg gua nggak mau pulang , pas pagi2 buta mbah  meninggal :'(

waktu denger beritanya jam 3 subuh , gua nggak nangis . masih belum bisa nangis . tapi pas jasadnya udah nyampe rumah , gua liatin , badannya emg kaku sama kaya pas mbah masih koma , tapi udah nggak nafas lagi . gua langsung nangis di situ . itu pertama kalinya gua kehilangan bener bener , gua baru pertama kali ditinggalin , apalagi ditinggalinnya selamanya kaya gitu .

gua makin nangis sejadi jadinya pas jasadnya dibawa ke pemakaman . dan di situ gua nyesssseeeelll banget . kenapa ? gua inget waktu terakhir liburan ke sana (sebelum mbah koma) gua disamper mbah , dia mau ngobrol sama gua , (walaupun ya emang obrolannya nggak pernah ganti topik selain kuliah dan nasihatin gua , dan flashback ke masa gua masih sekecil upil cicak) tapi guanya pura2 tidur , dan mbah cuma ngeiyain aja seakan ngerti kalo gua capek . gua sedih banget , nyesel parah :(

sekarang gua cuma bisa ngeliatin teras depan rumahnya , cuma bisa ngeliatin garasinya , dan gundukan tanah yang nutupin badannya mbah . yang mungkin udah nyatu sama tanah dan tinggal tulang belulang . satu satunya cucu yang nangis sejadi jadinya kalo ke kuburan mbah ya gua . setelah mbah meninggal gua baru 2 kali ke kuburannya dan gua nangis parah . rasanya pengen meluk gundukan tanahnya , minta mbah balik tapi ya gimana udah nggak bisa :( mungkin orang2 takut gua kesurupan atau apa kali ya

gua semalem nangis karna kangen banget sama mbah , mau curhat ke tante atau ibu gua nanti malah pada nangis , kalo curhat ke adek nanti malu guanya nangis . jaim gitu . yaudah tuh gua ambil hape mau sms mbah gua , gua mau bilang gua kangen banget dan gua takut mbah kesepian . tapi abis itu gua ketawa sambil nangis . bego ya ? gua kan udah nggak bisa ngehubungin mbah lagi . makin nangis deh...

mbah dateng ke mimpi dong malem ini :')

Tuesday, April 8, 2014

bukan hanya perihal tangan

lucu ! serius ini lucu ! kamu tau kan rasanya tepuk tangan ? tepukkan saja telapak tangan kananmu dan telapak kirimu . bayangkan saja kalau kau menepuk tanganmu dengan frekuensi tertentu , mungkin tepukan itu tak akan hanya menjadi sekedar tepukan , tetapi akan menjadi tepukan berirama indah . karena di antara tangan kanan dan tangan kirimu pasti punya tujuan yang sama . mungkin untuk membuat irama indah yang tadi kubilang . ya bukan ? ahh pikir saja sendiri , tanganmu ya tanganmu . tapi bukan disini titik lucunya . kau tau ?

bagaimana kalau tanganmu hanya sebelah ? bukan sepasang , lalu kau meminta seseorang yang lain membantumu untuk menepuk tanganmu yang hanya sebelah itu . kalau seseorang yang kau minta itu mau membantumu menepuknya , itu pasti terdengar baik , karena tanganmu tak akan menepuk angin kosong . tapi bagaimana kalau seseorang itu tak mau menepuk sebelah tanganmu itu ? yang pasti kau akan terlihat bodoh , meminta seseorang yang sudah jelas-jelas tak mau . dan yang kau bisa hanyalah menepuk angin kosong yang tak akan menepuk sebelah tanganmu kembali .

menepuk sendiri
merasa sedikit gila
tapi sakit

aku juga pernah meminta seseorang untuk membantu menepuk sebelah tanganku .

yang pertama , aku lugu dan polos , tapi dia begitu dewasa untuk membantuku menepuk sebelah tanganku . dia menepuk tanganku :)
yang kedua , aku masih lugu dan polos , tapi ditambah dengan rasa ketidakpedulianku , tapi dia kelewat peduli . dia juga menepuk tanganku ;)
yang ketiga , aku sudah tidak lugu dan polos , dia lucu , dan dia baik . tapi dia tidak menepuk tanganku :o
yang keempat , aku sudah mulai dewasa sedikit demi sedikit , dia sangat baik , kelewat baik . tapi dia yang menepuk tanganku saat yang ketiga benar-benar tak menyambutku :')

eits tunggu !
yang ketiga tak menepuk tanganku...
tak menepuk tanganku...
sekali lagi ,
dia tidak menepuk tanganku...
TIDAK !

aku tak tau bagaimana rasanya dicambuk . aku tidak tau bagaimana rasanya tenggelam di samudra terdalam di dunia . aku tidak tau bagaimana rasanya jatuh dari ketinggian sejuta meter di atas permukaan laut . aku tidak tau bagaimana rasanya jantungku ditusuk dengan belati bertubi-tubi sampai darahku habis bercucuran dimana-mana . aku tidak tau bagaimana rasanya paru-parumu ditarik dengan paksa dari dalam tubuhmu sampai otot-ototmu mencuat kesana kemari dan membuatmu tak kuasa menghirup oksigen .

tapi menyikapi suatu kenyataan bahwa yang ketiga tak menepuk tanganku kembali membuatku merasakan hal-hal menyakitkan itu . hatiku serasa dicambuk , sesak bagaikan tenggelam di samudra terdalam , perih seperti ditusuk berkali-kali dan tak bisa mengontrol diriku . bukannya mendapatkan tangannya untuk membuat sebuah tepukan yang mungkin akan menjadi irama indah , aku hanya mendapat angin kosong yang bahkan tak bisa kugenggam . ohhh jadi ini rasanya menepuk angin kosong ? seperti orang bodoh .

Sunday, April 6, 2014

sudah pasti hujan

Sedikit demi sedikit mereka turun, menguapkan wangi bumi yang kupijak ini. Membasahi helai demi helai rambutku, menyentuh tiap inci kulitku, mengalir di setiap lekuk di wajahku, ketika sampai akhirnya mereka turun berkubu, tak lagi sendiri. Menyerangku tanpa ampun, sebelum aku siap melawannya.

Hujan...

Tanpa ampun mereka menyerangku sampai ke titik yang paling tidak aku inginkan. Hey! Mengapa kalian harus menguapkan segalanya? Terlalu banyak yang kupendam di dalam yang bahkan aku tak ingat kalau mereka ada. Sebut saja mereka kenangan. Hatiku saja tak cukup tega untuk menyatakan bahwa segala yang kupendam itu hanyalah kenangan.

Tetesan-tetesanmu mengingatkanku pada wajahnya, yang pada suatu malam kami terguyur air hujan bersama. Bagaimana tangannya membasuh wajah bersihnya, merapihkan setiap helai rambutnya yang terlanjur basah. Beri tahu padaku, bagaimana bisa aku tak mengingat sorot matanya yang membuat darahku berdesir begitu cepatnya? Yang sekali lagi membuat oksigen berdesakan di dalam dada, dan yang pasti membuat kupu-kupu aneh berkepak di dalam perutku.

Guyuran air hujan mengingatkanku pada punggungnya, lengan kecilnya, dada bidangnya, dan bahu kesukaanku yang pada suatu malam terguyur hebat dan menonjolkan setiap inci tulang dibalik kulitnya. Mungkin dia takkan pernah tau seberapa hebatnya aku mengingat hal kecil yang bahkan tak terpikirkan oleh dirinya. Cukup aku dan memoriku yang mampu merefleksikannya, tak butuh pensil, buku sketsa, dan bahkan tangan seorang ahli untuk merealisasikan apa yang aku deskripsikan, sebab itu takkan pernah cukup untuk membuatnya mengerti.

Untung saja gelegar sang petir menyadarkanku. Mengingatkanku akan kilat aneh di matamu, yang menghilangkan semua kupu-kupu aneh di perutku dan membiarkan monster kesedihan memakan mereka semua . Lalu pada akhirnya membuat darahku berdesir makin cepat dan membuatku ingin memuntahkan jantungku sendiri. Menolak setiap oksigen yang berusaha kuhirup dan membuatku menahan segala kata yang seharusnya kuucap.

Bahkan sampai sekarang aku masih tak mengerti, apa maunya dari kilat aneh yang menyeruak di matamu itu. Tak jelas, kabur.

Sama seperti hujan yang kini mengaburkan air mata di wajahku.

Friday, April 4, 2014

bukan

aku pernah bilang sayang dan pernah dipanggil sayang . aku pernah mengartikan sayang dan berpikir kalau aku memang benar-benar merasakan apa itu sayang . tapi sebenarnya apa itu sayang ? ketika yang memanggilku sayang membuatku tak mengerti definisi dari kata sayang .

persetan dengan sayang .
yang aku tau hanya kata-kata manis yang membuat kupu-kupu di perutmu berkepakan . membuat karbondioksida dan oksigen di dadamu berdesakan tak karuan . membuat otot di kanan dan kiri bibirmu tertarik keluar mengembangkan senyum bahagiamu .

persetan dengan bahagia .
ketika aku tau bahwa aku tak cukup membuatnya bahagia .

jangan panggil aku si gadis yang kesepian , karena aku bukan dia . jangan salah sangka , aku hanya merefleksikan apa yang sebenarnya gadis itu rasakan . tanpa tahu apa yang benar-benar dia rasakan .

mungkin kehilangan
kemudian kosong
atau bahkan hampa
dan akhirnya kesepian

tapi aku bukan dia

Tuesday, February 4, 2014

persetan


aku merasakan benci yang teramat sangat ketika mendapati diriku sedang memikirkanmu. yang jelas bukan berharap kau kembali , karena hal itu tak akan terjadi . bukan juga karena aku masih bertanya "Kenapa kita harus berhenti?" "Adakah jalan yang lain?" "Apa kita hanya ditakdirkan selama 1 tahun 4 bulan?" "Mengapa harus secepat ini?" "Bagaimana kalau waktu itu aku tak menyerah?"

kau tau ? Aku lelah dengan segala pertanyaan kosongku itu.

bolehkah aku membencimu karena keterlambatanmu untuk menyadari bahwa aku menyadari kesalahanku sendiri? bahkan sebelum kau menyalahkanku atas segala kesalahanku, diriku sendiri sudah menyalahkanku atas segala kesalahan yang kau tuduhkan kepadaku. mengapa kau masih menyalahkanku atas kesalahan yang menurutmu tak kusadari? bahkan sebelum kau menyalahkanku, aku sudah meminta maaf sebelum kau minta. 

tak sadarkah ?

aku benci mendapati orang berkata padaku

"Kenapa segalanya harus berakhir?"
bolehkah aku hanya berkata “Tanyakan saja padanya” Jangan tanya padaku, ataupun air mataku. Mereka sudah pergi jauh sebelum kalian tanyakan ini padaku. Tanya semua yang ada di situ, bahkan angin di lapangan sepak bola pun sangat amat mengetahui apa yang terjadi

 "Mengapa kau menyerah?"
kau tanya mengapa? bolehkah aku bertanya padamu, apakah kau pernah mendengar cerita pahlawan yang mati di medan perang sekalipun dia sudah berjuang? anggap saja aku pahlawan itu, karena sebenarnya aku tidak menyerah. tapi aku terbunuh.

"Bodohnya dia..."
begitukah? kalau begitu jangan bilang padaku. apa peduliku jika dia bodoh atau tidak? biar jadi urusan dia, otaknya dan hatinya.

"Bukankah itu hal yang biasa?"
memang biasa, tapi hal itu tidak biasa jika terjadi pada orang yang tidak biasa.

"Padahal kau beruntung mendapatkan dia"
bisakah kalian tutup mulut atas perkataan sialan ini? seberapa hinanya aku? seberapa sempurnanya dia? kau boleh memuji keberuntunganku ketika aku mendapatkan si buruk rupa dengan hati yang tampan. tapi  jangan lagi kau memujiku ketika aku mendapatkan si tampan dengan hati yang buruk rupa , itu sama saja kau menghinaku.

tak bisakah aku segera mendapatkan bahagiaku? yang jelas bahagiaku sendiri, bukan lagi atas bahagiamu. mendapati dirimu bahagia itu sudah lebih cukup bagiku, jadi bolehkah aku tak peduli lagi? karena tanpa bertanyapun aku sudah melakukannya. biar bahagiamu jadi urusanmu sendiri,

biar esok hari aku kan sangat bahagia ketika aku bahagia atas kebahagiaan yang sangat kunanti.