Sunday, September 6, 2015

Buat Adikku dan Calon Adikku

Mungkin bukan aku yang kehilangan, tapi tangis adikku tadi pagi cukup membuat air mataku pecah juga. Aku tiba di rumah sepulang dari lari pagi dan mencium sebuah aroma yang tidak kusukai. Aku dan adikku bilang itu bau "manis". Bau yang suka tercium kalau ada takziyah atau layatan, entah itu wangi kamper, atau minyak kasturi, atau kemenyan, atau apapun lah. Tapi aku nggak menggubrisnya karena aku kira itu bau pewangi pakaian yang sedang dipakai Mbak Tuti nyetrika.

Tak ada hal aneh yang terjadi, sampai ketika adikku membuka gadgetnya dan tiba-tiba tangisnya pecah. Yang dia katakan hanya

"Kenapa nggak ada yang ngabarin gue?", sambil menangis dan tak memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Singkat cerita, pacarnya baru saja meninggal. Jelas dia terkejut, karena almarhum tidak mengidap menyakit apapun. Bahkan baru semalam merekab mengobrol via chat. Akhirnya adikku pun sadar kenapa pagi ini pacarnya tidak memberi ucapan selamat pagi untuknya seperti biasa.

Sekarang aku bukan mau bercerita tentang kesedihan adikku ataupun kesedihan yang kurasakan pula. Sekarang aku mau berterimakasih, buat calon adikku Hasan Satya yang setahun ini udah bikin adikku merasa jadi cewe yang paling beruntung di dunia. Kalo bahasa lebaynya, kamu udah menghapus luka adikku dari cowo dia yang sebelumnya, yang sering bikin dia nangis. Aku tau kok cerita-cerita kalian berdua. Dari yang awalnya buka puasa bersama pake jaket jeans kembaran, terus perjuangan kalian Long Distance Relationship Indonesia-Jepang, sampai akhirnya kalian dipertemukan lagi karena kamu diterima di IPB dan harus balik lagi ke Indonesia, pasti kalian seneng kan karena kalian nggak harus jauh-jauhan lagi. Yaa walaupun sekarang kalian berdua harus LDR-an lagi, tapi beda dunia.

Terima kasih sudah membuat adikku merasa disayangi dengan caramu yang dia sukai. Terima kasih sudah hadir di hari-hari adikku walau hanya untuk meledeknya sampai senyum-senyum sendiri.Sekarang adikku nggak harus khawatirin kamu lagi karena ketidak-nyamanan kamu sama asrama kamu, sekarang kamu udah dapet tempat yang lebih baik kan. Sekarang kamu nggak perlu minta maaf lagi ke adikku karena chatnya nggak segera kamu bales walaupun adikku nggak pernah marah, karena adikku bakal tau terus alesannya kenapa kamu nggak bales chatnya dia. Mungkin memang takdirnya kalau kamu ngebahagiain adikku cuma sampai hari ini, 6 September 2015. Dan mungkin ini takdirnya adikku buat jadi cinta terakhirnya kamu, hahaha! Intinya terima kasih banyak ya Sat, kamu pasti berarti banget buat adikku, orang yang paling aku sayang.

Buat siapapun yang baca tulisan ini,aku minta doa kalian buat Almarhum Satya semoga diberi tempat yang layak di atas sana.
Oiya, doain biar adikku selalu sabar dan bisa ikhlasin Satya, tolong semangatin dia ya!

Buat adikku dan calon adikku, semoga kalian bisa ketemu lagi suatu hari nanti. Aamiin.