tidak bisakah kita bersama lagi ?
membiarkan
jemari-jemarimu mengisi kekosongan celah jariku . menangkup senyum
indahmu ke dalam senyum senduku . menenggelamkan jiwaku ke dalam mata
gelapmu .melumpuhkan segenap jiwa dan ragaku . menghalau
dingin yang akan menyerangku . dan membuatku berharap waktu tak pernah berjalan .
aku
pun tak percaya bahwa aku pernah memilikimu . mencintai mata indahmu , merindukan bahu tempat bersandarku, dan tak pernah melupakan suara paraumu .
pernahkah
kau menyangka bahwa dulu kita sedekat itu ? bermimpi indah dan bermimpi
buruk bersama , bukan hanya menangis dan tertawa bersama yang merupakan
hal biasa . bukan hanya menemani hari-hari tapi juga saling mendoakan
setiap hari . yang kadang saling mencintai tapi sekejap jadi saling
membenci . ada yang berharap , ada yang mencoba mengabulkan harap , tapi
kadang harapan hanyalah harapan . yang terkadang merasa tak ingin jauh ,
tapi suatu saat rasanya benar-benar ingin menjauh .
sampai akhirnya menjadi sangat jauh dan tak mungkin bisa kembali lagi .
Thursday, June 19, 2014
Tuesday, June 17, 2014
bukan mimpi
beri tahu aku kalau ini bukan mimpi . beri tahu aku kalau selama itu kau
membuatku bermimpi indah walau tak sedang tertidur . beri tahu aku
kalau semua itu nyata .
maukah kau mengingatkanku ? bahwa dulu kita pernah sedekat itu , sebelum sejauh ini . haruskah kau mengingatkanku kalau kita pernah tak berjeda ? seperti huruf pada setiap kata yang kita eja bersama . kenapa kau mengingatkanku bahwa dulu kita pernah tertawa bersama tanpa hela nafas seperti sungai yang bermuara di lautan ? tak ada habisnya .
matahari dan bumi pun tahu diri . mereka bersama tetapi tahu seberapa jauhnya jarak mereka hingga semua umat manusia akan merasa janggal jika mereka berdiri sendiri-sendiri . matahari tanpa bumi , apalagi bumi tanpa matahari . seperti aku dan kamu , yang kini sejauh bumi dan matahari , walaupun dulu sedekat kulit dan urat nadi . sangat dekat , dan tak mungkin terpisahkan .
dan kini kita berjeda . karena kini kita tak lagi mengeja kata bersama , melainkan menjadi kata yang berbeda dan terpisahkan . aku dan kamu . yang tak akan jelas jika tanpa jeda .
walaupun aku dan pasti kau pun tahu , sungai tak akan berhenti bermuara ke lautan . tapi bukan berarti tawa kita tak ada batasnya . yang ada sekarang hanyalah kesedihan di hati yang bermuara di air mata .
tak hanya kesedihanku , bisa juga milikmu . yang jelas tak ada lagi "kita" yang tanpa jeda .
biar semua tau jelas .
maukah kau mengingatkanku ? bahwa dulu kita pernah sedekat itu , sebelum sejauh ini . haruskah kau mengingatkanku kalau kita pernah tak berjeda ? seperti huruf pada setiap kata yang kita eja bersama . kenapa kau mengingatkanku bahwa dulu kita pernah tertawa bersama tanpa hela nafas seperti sungai yang bermuara di lautan ? tak ada habisnya .
matahari dan bumi pun tahu diri . mereka bersama tetapi tahu seberapa jauhnya jarak mereka hingga semua umat manusia akan merasa janggal jika mereka berdiri sendiri-sendiri . matahari tanpa bumi , apalagi bumi tanpa matahari . seperti aku dan kamu , yang kini sejauh bumi dan matahari , walaupun dulu sedekat kulit dan urat nadi . sangat dekat , dan tak mungkin terpisahkan .
dan kini kita berjeda . karena kini kita tak lagi mengeja kata bersama , melainkan menjadi kata yang berbeda dan terpisahkan . aku dan kamu . yang tak akan jelas jika tanpa jeda .
walaupun aku dan pasti kau pun tahu , sungai tak akan berhenti bermuara ke lautan . tapi bukan berarti tawa kita tak ada batasnya . yang ada sekarang hanyalah kesedihan di hati yang bermuara di air mata .
tak hanya kesedihanku , bisa juga milikmu . yang jelas tak ada lagi "kita" yang tanpa jeda .
biar semua tau jelas .
Tuesday, June 3, 2014
bukan perkara hitam di atas putih
HITAM
kenapa justru kebahagiaanku sendiri yang merusak kebahagiaanku ? dan setelah itu kau sadarkan aku bahwa bahagiaku sama sekali bukan bahagiamu . kau malah mencari kebahagiaanmu sendiri ketika aku mencoba untuk menjadi bahagiamu . miris .
kini kau temukan bahagiamu , mungkin bahagiamu yang kau impi-impikan sejak dulu , dan itu bukan aku . sekarang buat apa peduliku ? ketika buah manis yang kuberi tak kaulirik dan kau campakkan . dibuang dengan kejam bersama buah manis yang semakin lama membusuk karena pencampakkanmu . mengganggu .
kenapa kau tanggalkan mimpi-mimpi indahku dengan paksa ? rasanya sama seperti dokter gigi yang mencabut gigi yang seharusnya belum tanggal . ditarik kesana kemari , digoyang kian kemari , berlumur darah di sana sini .sampai pening kepalaku . sakit .
jangan racuni mata dan hatiku dengan hal-hal yang kau lakukan untukku saat dulu . aku tau kau membuatku jengah dengan senyum manis dan sorot mata mendalam yang kau berikan bukan untukku . iri ? tidak . kau hanya mainan lamaku yang akhirnya aku berikan kepada orang lain , karena mainanku sudah tak layak untuk dimainkan olehku . jadi buat apa ?
kamu bukan pahlawan , jadi buat apa kukenang ?
PUTIH
aku dulu pernah bahagia . sangat bahagia . benar-benar bahagia . karena aku sudah lama tak temukan bahagia seperti dirimu . dan aku pun tak tahu kalau ada bahagia sebahagia bersamamu . aku tak tahu bahwa merangkai mimpi-mimpi konyol yang indah juga bisa membahagiakanku . aku juga tak tahu bahwa ditatap orang seindah dirimu juga termasuk bahagiaku .
kamu memang tergantikan , tapi apa ada yang bisa menggantikan kenangan ?
jadi aku harus bilang terima kasih atau tetap memendam murkaku ? karena aku tak tahu apa itu cinta , BLAH! memuakkan! UPS! maafkan aku sekali lagi...karena sisi putih dan sisi hitamku sedang mengombang-ambing hatiku sendiri . orang patah hati itu lucu ya ? :)
kenapa justru kebahagiaanku sendiri yang merusak kebahagiaanku ? dan setelah itu kau sadarkan aku bahwa bahagiaku sama sekali bukan bahagiamu . kau malah mencari kebahagiaanmu sendiri ketika aku mencoba untuk menjadi bahagiamu . miris .
kini kau temukan bahagiamu , mungkin bahagiamu yang kau impi-impikan sejak dulu , dan itu bukan aku . sekarang buat apa peduliku ? ketika buah manis yang kuberi tak kaulirik dan kau campakkan . dibuang dengan kejam bersama buah manis yang semakin lama membusuk karena pencampakkanmu . mengganggu .
kenapa kau tanggalkan mimpi-mimpi indahku dengan paksa ? rasanya sama seperti dokter gigi yang mencabut gigi yang seharusnya belum tanggal . ditarik kesana kemari , digoyang kian kemari , berlumur darah di sana sini .sampai pening kepalaku . sakit .
jangan racuni mata dan hatiku dengan hal-hal yang kau lakukan untukku saat dulu . aku tau kau membuatku jengah dengan senyum manis dan sorot mata mendalam yang kau berikan bukan untukku . iri ? tidak . kau hanya mainan lamaku yang akhirnya aku berikan kepada orang lain , karena mainanku sudah tak layak untuk dimainkan olehku . jadi buat apa ?
kamu bukan pahlawan , jadi buat apa kukenang ?
PUTIH
aku dulu pernah bahagia . sangat bahagia . benar-benar bahagia . karena aku sudah lama tak temukan bahagia seperti dirimu . dan aku pun tak tahu kalau ada bahagia sebahagia bersamamu . aku tak tahu bahwa merangkai mimpi-mimpi konyol yang indah juga bisa membahagiakanku . aku juga tak tahu bahwa ditatap orang seindah dirimu juga termasuk bahagiaku .
kamu memang tergantikan , tapi apa ada yang bisa menggantikan kenangan ?
jadi aku harus bilang terima kasih atau tetap memendam murkaku ? karena aku tak tahu apa itu cinta , BLAH! memuakkan! UPS! maafkan aku sekali lagi...karena sisi putih dan sisi hitamku sedang mengombang-ambing hatiku sendiri . orang patah hati itu lucu ya ? :)
-Maret, 2014-
Subscribe to:
Comments (Atom)