kenapa justru kebahagiaanku sendiri yang merusak kebahagiaanku ? dan setelah itu kau sadarkan aku bahwa bahagiaku sama sekali bukan bahagiamu . kau malah mencari kebahagiaanmu sendiri ketika aku mencoba untuk menjadi bahagiamu . miris .
kini kau temukan bahagiamu , mungkin bahagiamu yang kau impi-impikan sejak dulu , dan itu bukan aku . sekarang buat apa peduliku ? ketika buah manis yang kuberi tak kaulirik dan kau campakkan . dibuang dengan kejam bersama buah manis yang semakin lama membusuk karena pencampakkanmu . mengganggu .
kenapa kau tanggalkan mimpi-mimpi indahku dengan paksa ? rasanya sama seperti dokter gigi yang mencabut gigi yang seharusnya belum tanggal . ditarik kesana kemari , digoyang kian kemari , berlumur darah di sana sini .sampai pening kepalaku . sakit .
jangan racuni mata dan hatiku dengan hal-hal yang kau lakukan untukku saat dulu . aku tau kau membuatku jengah dengan senyum manis dan sorot mata mendalam yang kau berikan bukan untukku . iri ? tidak . kau hanya mainan lamaku yang akhirnya aku berikan kepada orang lain , karena mainanku sudah tak layak untuk dimainkan olehku . jadi buat apa ?
kamu bukan pahlawan , jadi buat apa kukenang ?
PUTIH
aku dulu pernah bahagia . sangat bahagia . benar-benar bahagia . karena aku sudah lama tak temukan bahagia seperti dirimu . dan aku pun tak tahu kalau ada bahagia sebahagia bersamamu . aku tak tahu bahwa merangkai mimpi-mimpi konyol yang indah juga bisa membahagiakanku . aku juga tak tahu bahwa ditatap orang seindah dirimu juga termasuk bahagiaku .
kamu memang tergantikan , tapi apa ada yang bisa menggantikan kenangan ?
jadi aku harus bilang terima kasih atau tetap memendam murkaku ? karena aku tak tahu apa itu cinta , BLAH! memuakkan! UPS! maafkan aku sekali lagi...karena sisi putih dan sisi hitamku sedang mengombang-ambing hatiku sendiri . orang patah hati itu lucu ya ? :)
-Maret, 2014-
No comments:
Post a Comment