Wednesday, December 10, 2014

Kenalkan, ini Aku

pasti aku akan mengecewakanmu, jadi aku akan meminta maaf lebih dulu. maafkan aku, aku bukan gadis manis selembut bidadari yang bisa menemanimu. memang aku bisa menjadi tawamu, tapi kadang tak menyadari apa arti dari candaku. yang mungkin suatu hari akan menjadi pisau belati untukku atau untukmu.

aku keras dan kasar. bagaikan batu karang besar di tepian pantai. tidak cantik, tapi kuat. didebur ombak dan badai besar pun aku sulit rapuh. tapi pasti suatu hari nanti akan kusadari bahwa kuatku itu akan menjadi lemahku.

salahku itu...aku selalu mencoba menjadi bintang yang paling terang. aku tak pernah izinkan bintang lain memancarkan sinarnya. aku meredupkan yang lain, padahal mungkin sebenarnya aku yang paling redup. tapi siapa yang mau menjadi yang paling redup? ya, karena memang aku tidak mau menjadi yang terburuk.

kadang aku merasa bahwa aku adalah pelangi. yang menawan dan paling dinanti. padahal aku ini apa? hanya gerimis kecil di tengah awan mendung yang mengusik hati. yang bahkan terkadang tidak dinanti-nanti. tapi tak kusangka aku bertemu kamu.

boleh aku memanggilmu matahari? kita bertemu di waktu yang tak ditunggu, tak disangka dan tak dikira. kemudian kita membiaskan cahaya bersama. entah bagaimana jalan ceritanya. singkat, tapi indah. bahkan aku sebagai pemeran pun tak bisa mengungkapkannya.

jadilah kita, pelangi. indah dan berwarna. yang aku tak pernah bayangkan di mana ujungnya.

No comments:

Post a Comment