Monday, April 2, 2018

Tugas 1 Penerjemahan Berbantuan Komputer (Softskill)


ARTIKEL ASLI
Aceh Gayo Coffee

In the world, the coffee can be divided into two groups based on the type, namely coffee Arabica and Robusta coffee. In Aceh, both types of coffee are cultivated by local people. Arabica coffee is generally grown in the Gayo highlands region, including Takengon, East Aceh, and Gayo Lues. While in Pidie district (especially Tangse region and Geumpang) and West Aceh, people prefer developing Robusta coffee.

Aceh’s lush natural conditions, weather combined support, makes the coffee plant in Aceh evolved into a high-quality commodity and profitable. Indonesia is the fourth largest exporter of coffee beans in the world, and Aceh is one of the biggest coffee producer is able to produce approximately 40% Arabica coffee beans premium level of total coffee harvest in Indonesia.

Gayo coffee

Gayo is coffee country. As far as the eye can see is the coffee plant. Then came to the Land of Gayo in mid-year, when the coffee plants start flowering, hilly land that was filled with white flowers fragrant coffee.

Coffee grown in the country are Gayo Arabica coffee, coffee varieties latter massive development in Indonesia. In the past, the poet said Fikar, our society is deceived by Dutch colonizers who said that arabica coffee only for the nobility while robusta coffee funny people. So since most people only know that robusta coffee, arabica coffee is being exported overseas to enjoy the “nobility” of Europe.

Now, after the community began to recognize the good pleasure of Arabica coffee, coffee development is also very fast, suspected by the reduced volume of coffee exports and rising domestic needs from time to time.

Mild arabica coffee flavor because it seems much less caffeine than Robusta, the cause of those who often have problems with stomach acid after drinking coffee, arabica coffee chose as friends relaxed in the morning or afternoon.

There are several advantages of this kind of coffee that makes the kind of Gayo coffee has been recognized by the whole world. The advantages of this kind of coffee have also opened opportunities and the chance to export to European countries, Asia, and the Americas. If viewed from the advantages and benefits of this kind of coffee is located in the fragrant aroma and savory taste of this kind of coffee known hardly bitter. Types of coffee are also already has a title as the type of premium coffee. With the advantages of this kind of coffee, coffee Gayo able to compete with other types of coffee types.

Gayo coffee is one of the typical coffee archipelagoes from Aceh who pretty much favored by various circles in the world. Gayo coffee aroma and flavor very distinctive. Most of the existing coffee left a bitter taste on the tongue. Gayo coffee flavor of the original lies in the fragrant aroma and savory taste hardly bitter. Some have argued that exceed Gayo coffee flavor Blue Mountain coffee flavor that comes from Jamaica.

One taste test conducted by Christopher Davidson one international copper. Christopher said that Gayo coffee has unique characteristics that are known by the term “heavy body and light acidity”, the which is hard when the coffee taste and aroma sensation drunk that Inspires passion.

Aroma of coffee Aceh will further explore the world when this coffee has become one of the menus in the international coffee shops, Starbucks Coffee. Mouthful by the mouthful of coffee Aceh would be up to the tongue of people from foreign countries. Unequaled pleasure when sipping coffee Aceh will be increasingly able to enjoy other world citizens. In short, once tried Aceh coffee, guaranteed to be flattered. Tomorrow or the day after tomorrow should be back to enjoy the pleasure of the scent again.

With the success of this kind of coffee can penetrate the world coffee market would also have a positive impact on the development of the coffee industry in Aceh. It also can help to be able to provide jobs to workers in Aceh coffee. We as the people of Indonesia would be proud of superior coffee products from Indonesia.

Aceh Gayo coffee can also be said to be a brand of its own branding of a product of coffee on this one. We can see the Indonesia can be one of the countries with the which produce coffee products have been known in the world. The development of the coffee industry in Indonesia is also seen will still continue to be Able to have a positive market



TERJEMAHAN GOOGLE TRANSLATE
Kopi Aceh Gayo

Di dunia, kopi dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kopi
, yaitu kopi Arabika dan Robusta. Di Aceh, kedua jenis kopi itu dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Kopi Arabika umumnya tumbuh di daerah dataran tinggi Gayo, termasuk Takengon, Aceh Timur, dan Gayo Lues. Sementara di Kabupaten Pidie (terutama daerah Tangse dan Geumpang) dan Aceh Barat, orang lebih suka mengembangkan kopi Robusta.

Kondisi alam yang subur di Aceh, dukungan gabungan cuaca, membuat pabrik kopi di Aceh berkembang menjadi komoditas berkualitas tinggi dan menguntungkan. Indonesia adalah eksportir biji kopi terbesar keempat di dunia, dan Aceh merupakan salah satu produsen kopi terbesar yang mampu menghasilkan sekitar 40% biji kopi Arabika tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia.

Kopi gayo

Gayo adalah negara kopi. Sejauh yang bisa dilihat mata adalah tanaman kopi. Kemudian sampai di Tanah Gayo di pertengahan tahun, saat tanaman kopi mulai berbunga, berbukit tanah yang dipenuhi wangi putih itu kopi harum.

Kopi yang ditanam di negara ini adalah kopi Gayo Arabika, varietas kopi yang berkembang pesat di Indonesia. Dulu, penyair tersebut mengatakan Fikar, masyarakat kita tertipu oleh penjajah Belanda yang mengatakan bahwa kopi arab hanya untuk kaum bangsawan sementara orang kopi robusta lucu. Jadi karena kebanyakan orang hanya tahu kopi robusta, kopi arabika diekspor ke luar negeri untuk menikmati "bangsawan" Eropa.

Kini, setelah masyarakat mulai mengenal dengan baik kenikmatan kopi Arabika, pengembangan kopi juga sangat cepat, dicurigai dengan berkurangnya volume ekspor kopi dan meningkatnya kebutuhan dalam negeri dari waktu ke waktu.

Rasa kopi arabika yang ringan karena nampaknya kafeinnya jauh lebih sedikit daripada Robusta, penyebab mereka yang sering bermasalah dengan asam lambung setelah minum kopi, kopi arabika memilih sebagai teman santai di pagi atau sore hari.

Ada beberapa keuntungan dari jenis kopi ini yang membuat jenis kopi Gayo sudah diakui oleh seluruh dunia. Kelebihan dari jenis kopi ini juga telah membuka peluang dan kesempatan untuk mengekspor ke negara-negara Eropa, Asia, dan Amerika. Jika dilihat dari kelebihan dan manfaat dari jenis kopi ini terletak pada aroma wangi dan gurih rasa kopi jenis ini yang diketahui tidak pahit. Jenis kopi juga sudah memiliki judul sebagai jenis kopi premium. Dengan keunggulan kopi jenis ini, kopi Gayo mampu bersaing dengan jenis kopi jenis lain.

Kopi Gayo merupakan salah satu kepulauan kopi khas Aceh yang cukup banyak disukai oleh berbagai kalangan di dunia. Aroma dan aroma kopi Gayo sangat khas. Sebagian besar kopi yang ada meninggalkan rasa pahit di lidah. Rasa kopi gayo yang asli terletak pada aroma harum dan gurih rasanya tidak pahit. Ada yang berargumen bahwa rasa kopi melebihi selera kopi rasa kopi luwak yang berasal dari Jamaika.
Satu uji rasa yang dilakukan oleh Christopher Davidson satu tembaga internasional. Christopher mengatakan bahwa kopi Gayo memiliki karakteristik unik yang dikenal dengan istilah "tubuh berat dan keasaman ringan", yang terasa keras saat rasa kopi dan sensasi aroma mabuk yang mengilhami gairah.

Aroma kopi Aceh selanjutnya akan menjelajah dunia saat kopi ini menjadi salah satu menu di kedai kopi internasional, Starbucks Coffee. Jus enak dengan seteguk kopi Aceh akan sampai ke lidah orang-orang dari luar negeri. Kesenangan yang tak tertandingi saat menghirup kopi Aceh akan semakin bisa dinikmati warga dunia lainnya. Singkatnya, pernah mencoba kopi Aceh, dijamin tersanjung. Besok atau lusa harus kembali menikmati kesenangan aroma lagi.

Dengan keberhasilan jenis kopi ini bisa menembus pasar kopi dunia juga akan berdampak positif terhadap perkembangan industri kopi di Aceh. Ini juga bisa membantu untuk bisa menyediakan pekerjaan bagi pekerja kopi di Aceh. Kita sebagai bangsa Indonesia bangga akan produk kopi yang unggul dari Indonesia.

Kopi Aceh Gayo juga bisa dikatakan merek merek sendiri dari produk kopi yang satu ini. Kita bisa melihat Indonesia bisa menjadi salah satu negara dengan produk kopi yang telah dikenal di dunia. Perkembangan industri kopi di Indonesia juga terlihat masih akan terus Mampu memiliki pasar yang positif

TERJEMAHAN SENDIRI
Kopi Gayo Aceh

Di dunia, kopi dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kopi kopi Arabika dan Robusta. Di Aceh, kedua jenis kopi itu dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Kopi Arabika umumnya tumbuh di daerah dataran tinggi Gayo, termasuk Takengon, Aceh Timur, dan Gayo Lues. Sementara di Kabupaten Pidie (terutama daerah Tangse dan Geumpang) dan Aceh Barat, orang lebih suka mengembangkan kopi Robusta.

Kondisi alam yang subur di Aceh, dukungan gabungan cuaca, membuat pabrik kopi di Aceh berkembang menjadi komoditas berkualitas tinggi dan menguntungkan. Indonesia adalah eksportir biji kopi terbesar keempat di dunia, dan Aceh merupakan salah satu produsen kopi terbesar yang mampu menghasilkan sekitar 40% biji kopi Arabika tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia.

Kopi gayo

Gayo adalah negara kopi. Sejauh
mata memandang yang bisa dilihat adalah tanaman kopi. Kemudian sampai di Tanah Gayo di pertengahan tahun, saat tanaman kopi mulai berbunga, tanah berbukit bunga putih itu dipenuhi harum kopi.

Kopi yang tumbuh di negara ini adalah kopi Gayo Arabika, varietas kopi yang berkembang pesat di Indonesia. Dulu, penyair tersebut mengatakan Fikar, masyarakat kita tertipu oleh penjajah Belanda yang mengatakan bahwa kopi arab hanya untuk kaum bangsawan sementara orang kopi robusta lucu. Jadi karena kebanyakan orang hanya tahu kopi robusta, kopi arabika diekspor ke luar negeri untuk
dinikmati "bangsawan" Eropa.

Kini, setelah masyarakat mulai mengenal dengan baik kenikmatan kopi Arabika, pengembangan kopi juga sangat cepat, dicurigai dengan berkurangnya volume ekspor kopi dan meningkatnya kebutuhan dalam negeri dari waktu ke waktu.

Rasa kopi arabika yang ringan karena nampaknya kafeinnya jauh lebih sedikit daripada Robusta, penyebab mereka yang sering bermasalah dengan asam lambung setelah minum kopi, kopi arabika dipilih sebagai teman santai di pagi atau sore hari.

Ada beberapa keuntungan dari jenis kopi ini yang membuat kopi Gayo sudah diakui oleh seluruh dunia. Kelebihan dari jenis kopi ini juga telah membuka peluang dan kesempatan untuk mengekspor ke negara-negara Eropa, Asia, dan Amerika. Jika dilihat dari kelebihan dan manfaat dari jenis kopi ini terletak pada aroma wangi dan r
asa gurih kopi ini yang dikenal tidak pahit. Tipe kopinya juga sudah memiliki judul sebagai jenis kopi premium. Dengan keunggulan kopi jenis ini, kopi Gayo mampu bersaing dengan jenis kopi jenis lain.

Kopi Gayo merupakan salah satu kopi khas kepulauan
 Aceh yang cukup banyak disukai oleh berbagai kalangan di dunia. Aroma dan aroma kopi Gayo sangat khas. Sebagian besar kopi yang ada meninggalkan rasa pahit di lidah. Rasa kopi gayo yang asli terletak pada aroma harum dan gurih rasanya tidak pahit. Ada yang berargumen bahwa rasa kopinya melebihi rasa kopi luwak yang berasal dari Jamaika.

Satu uji rasa yang dilakukan oleh Christopher Davidson satu tembaga internasional. Christopher mengatakan bahwa kopi Gayo memiliki karakteristik unik yang dikenal dengan istilah "tubuh berat dan keasaman ringan", yang sangat terasa
pada rasa kopi dan sensasi aroma mabuk yang mengilhami gairah.

Aroma kopi Aceh selanjutnya akan menjelajah dunia saat kopi ini menjadi salah satu menu di kedai kopi internasional, Starbucks Coffee.
Dari mulut ke mulut kopi Aceh akan sampai ke lidah orang-orang dari luar negeri. Nikmat yang tak tertandingi saat menghirup kopi Aceh akan semakin bisa dinikmati warga dunia lainnya. Singkatnya, sekali mencoba kopi Aceh, dijamin akan tersanjung. Besok atau lusa harus kembali menikmati nikmat aromanya lagi.

Dengan keberhasilan jenis kopi ini bisa menembus pasar kopi dunia juga akan berdampak positif terhadap perkembangan industri kopi di Aceh. Ini juga bisa membantu untuk bisa menyediakan pekerjaan bagi pekerja kopi di Aceh. Kita sebagai bangsa Indonesia bangga akan produk kopi yang unggul dari Indonesia.

Kopi Aceh Gayo juga bisa dikatakan sebagai merek sendiri dari produk kopi yang satu ini. Kita bisa melihat Indonesia bisa menjadi salah satu negara dengan produk kopi yang telah dikenal di dunia. Perkembangan industri kopi di Indonesia juga terlihat masih akan terus mampu memiliki pasar yang positif

Shabrina Zakaria
1A614181
4SA01



No comments:

Post a Comment